Hai !!
Kali ini, aku mau sedikit sharing "Cerpen" alakadarnya dah. ini jugak sekedar iseng gara-garanya terinspirasi sama pelajaran bahasa Indonesia di sekolah tadi.
Kali ini, aku mau sedikit sharing "Cerpen" alakadarnya dah. ini jugak sekedar iseng gara-garanya terinspirasi sama pelajaran bahasa Indonesia di sekolah tadi.
Yaudah, capcuuuus cyiiiiiiiin ^^
Lozza namanya,
gadis manis berkulit kuning langsat, rambut panjang hitam dan berpostur tinggi
semampai. Di SMA Bintang Raharja, tak jarang siswa tang mengidolakannya. Karena
selain cantik dia juga aktif dalam berorganisasi dan siswi yang pandai. Namun,
namanya manusia ya g ada yang sempurna. Sifat jelek Lozza adalah jutek yang ada
di dalam dirinya. Dan kini, Lozza telah bersanding dengan pria berkulit sawo
matang, tubuh sedang dan kata para cewek siiiih dia cukup punya aura, tapi
entah aura apaan, cowok itu biasa dipanggil Ino.
Awalnya
mereka berdua sering berkelahi. Walau beda kelas di sekolah tapi mereka satu
kelas di tempat les. Dari seringnya mereka ketemu, berantem, ejek-ejekan dan
akhirnya yaaaa kan ada yang bilang juga kalau "Cinta dan Benci itu bedanya
tipiiiiiiiis banget, karena kalok g ada Benci, Cintapun g akan ada" terus
ada jugak pepatah jawa kalok g salah bunyinya itu "Tresno iku Jalaran Saka
Kulino". Yah, kita liat aja dulu Lozza dan Ino memang kayak air dan api
kalau bertemu tapi sekarang....... Sewaktu mereka berdua jadian, banyak
teman-teman, kakak kelas dan adik kelas yang tidak menduga bahwa hal itu akan
terjadi. Tapi di samping itu mereka juga sangat bahagia karena sekolah mereka
akhirnya bisa tentram dan damai kembali.
Lozza yang
sibuk dengan segudang aktifitasnya sering tak memperhatikan Ino. Inopun hanya
dapat mencoba memahami tuntutan yang dia harus terima itu. Setiap berangkat
sekolah Ino selalu menyuruh Lozza untuk berangkat awal karena hanya ingin
sekedar berbincang, namun Lozza kembali disibukkan dengan kegiatannya. Sampai
suatu saat, Ino mengajak teman-teman Ino yang juga teman-teman Lozza untuk
berkunjung ke rumahnya karena orang tua Ino sedang menjenguk neneknya. Inopun
menyuruhteman-temannya untuk membujuk Lozza agar dia mau ikut bersama mereka
dan Lozzapun bersedia untuk ikut dengan mereka.
Di sepanjang
perjalanan, Ino selalu mengiringi Lozza seakan takut jika Lozza hilang.
"No,
songong ya ! mentang-mentang udah punya pacar!" tiba-tiba terdengar suara
ketika sesampainya di perempatan menuju rumah Ino. Dan ternyata itu adalah
suara Riyo yang dulu adalah mantan dari Lozza, ternyatanya jugaaaa Riyo adalah
teman SMP Ino.
"Hey ! Sorry !" jawab Ino singkat.
"Hey ! Sorry !" jawab Ino singkat.
"Za,
itu mantan kamu kan ?" tanya Ino.
Lozzapu
hanya tersenyum simpul sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
Tidak
terasa, akhirnya sampai juga di rumah Ino. Mereka memutuskan bermain monopoli
hanya sekedar untuk ajang iseng-isengan.
"Kok
orang-orangannya habis sih No ?" tanya Aye gadis tomboi yang kini sedang
PDKT dengan Nudi cowok yang dulu pernah naksir dengan Lozza.
"Masak
? trus Lozza gimana ?" sambung Yani gadis lumayan gendut dan berambut
panjang.
"Kamu g
usah ikut aja deh Zaaa." canda Uta gadis kurus dan mukanya agak-agak
cainis gitu.
"Aku jadi banknya aja deh." jawab Lozza mengalah.
"Aku jadi banknya aja deh." jawab Lozza mengalah.
"Yaudah,
Lozza jadi banknya. Tapi duduknya sebelah sini aja dong." Ino meminta
Lozza agar duduk di sampingnya.
Awalnya
Lozza tidak mau, tapi karena bujukan dari teman-temannya akhirnya dia bersedia.
Saatnya
Lozza dan teman-temannya untuk pulang. Tapi Ino masih tidak ingin Lozza pulang,
karena Lozza tetap pada pendiriannya ingin pulang bersama teman-temannya
akhirnya Ino mengalah.
Semakin hari
Lozza dan Ino semakin membuat iri banyak orang di sekitar mereka. Bahkan
sahabat Lozza sendiri mengagumi Ino karena katanya Ino itu bisa melindungi
Lozza , dia bernama Ias gadis gendut dan berambut lurus.
Lozza dan
Ino kini memasuki bulan ke 11 dan di sinilah terjadi puncak suatu masalah.
Padahari itu Lozza yang berjalan sendirian di lorong tiba-tiba dipanggil oleh Dina.
"Za,
sini duduk sebentar."
"Ada
apa ?"
"Aku mau ngomong, tapi g enak sama kamu."
"Emang mau ngomong apaan ? Enggak mau nembak aku kaaan ?" canda Lozza kepada teman satu kelas Ino itu.
"Aku mau ngomong, tapi g enak sama kamu."
"Emang mau ngomong apaan ? Enggak mau nembak aku kaaan ?" canda Lozza kepada teman satu kelas Ino itu.
"Ya
enggak lah, aku kan masih normal ! Tapi jangan marah ya. Gini, Ino itu kalok di
kelas suka banget ngliatin Tava bahkan sampek dia ngalamun. Trus dia juga
pernah sengaja narik tangan Tava biar bisa tatap-tatapan sama Tava deket banget
lagi Za."
Lozza pergi bergegas meninggalkan Dina. Dan hari itu juga Lozza dan Ino putus.
Lozza pergi bergegas meninggalkan Dina. Dan hari itu juga Lozza dan Ino putus.
Beberapa
bulan berlalu, tanpa sepengetahuan Lozza ternyata Ino tengah berpacaran dengan
sahabatnya sendiri yaitu Ias.
Sewaktu
pulang sekolah, Lozza diberhentikan oleh abangnya. Dan abang Lozza
memberitahukan hal tersebut kepada Lozza. Awalnya Lozza tidak mempercayainya,
namun abangnyapun menyuruhnya untuk membuktikannya sendiri. Dan benar saja, dia
mengaktifkan ponselnya dan menanyakan hal tersebut kepada Ino. Namun, Ino
menyambutnya dengan mempermalukan Lozza di depan guru dan teman lesnya. Dia
menuduh Lozza telah mencoreng nama baiknya dengan cara menuduh sembarangan. Di
situ Lozza menangis, tanpa ada seorangpun yang menemaninya.
Di sekolah,
Lozza memarahi abangnya yang diduga telah membohongi Lozza. Tapi abang Lozza
menerima informasi itu dari temannya bernama Dito. Abang Lozzapun mendatabgi ke
kelas dito namun Dito selalu tidak ada di kelas.
Sepanjang
hari Lozza terus saja menekuk wajahnya.
"Za,
ngapain sih ? belum mandi ya ? kok mukaknya kumel gitu ?" canda kak Raden.
Lozzapun
menceritakan kejadian tersebut kepada kak Raden. Keesokannya datang kabar bahwa
kak Raden di cari polisi karena Dito pulang dengan babak belur, hingga kak
Raden terancam untuk dikeluarkan.
Kini hari
itu telah berganti menjadi minngu dan minngu berubah menjadi bulan.
Ino dan Lozza
sudah menyatu kembali. Saat telah berpacaran, Ino mengaku bahwa ia memang
pernah berpacaran dengan Ias. Mendengar berita tersebut, hati Lozza merasa
sangat dipermainkan dan tengah banyak bersalah dengan banyak orang karena telah
banyak korban dikarenakan membela dirinya. Semenjak itu rasa percaya Lozza
kepada Ino telah hilang. Tiga hari mereka berpacaran Lozza telah memiliki niat
untuk memutuskan Ino. Tapi Lozza tidak ingi menyakiti banyak hati lagi dan
akhirnya Lozza mencari cara agar Ino mau memutuskannya.
Cara itu
adalah tidak memberikan kebebasan kepada Ino aliaaaas Lozza mendadak menjadi super
duper posesif. Dan pada akhirnya Ino memutuskan Lozza dan kini Lozza telah
berlega karena dia kini tak menyakiti hati siapapun lagi.
Gimana ceritanya ? Kalok g bagus jangan marah yaaaaa, xoxoxo
Sekian, thank you buat reader reader yang udah bersedia ngeread post ini.
( ื▿ ืʃ♡ƪ)
No comments:
Post a Comment